ANEKA
CERPEN KARYA SISWA
SMPN 1
LEMBEYAN MAGETAN
PANGERAN
DI HATI
Aku adalah seorang cewek yang biasa. Mungkin, jauh
dari tipe cowok-cowok yang ada di sekolahku ini. Tapi nggak ada salahnya kan kalau aku mengagumi
seseorang. Sejak pertama kali bertemu
aku sudah mengaguminya. Mulai dari wajah, tubuh, juga senyumnya yang
manis.
“ Hey ” Panggilku saat suasana kelas yang
begitu ramai.
“ Iya ada apa ” jawabnya dengan singkat.
“ Ini buku kamu dari Ibu Guru tadi di
titipin aku ” Kataku
dengan
senyum.
“ Makasih. ” Jawabnya dengan penuh
senyum.
Dia memang cuek banget sama aku, mungkin
karena dia nggak tahu apa isi hatiku. Dan pada suatu hari denger-denger ada
seorang cewek yang suka sama dia. Saat itu hatiku rasanya sakit banget, tapi
percuma juga kalau aku marah paling juga nggak ada yang memhatiin. Aku nangis
di kelas karena hatiku terasa sakit.
Tiba-tiba
dia datang menghampiriku.
“ Kenapa kamu menangis? ” Tanya dia
padaku.
“ Eh, nggak kok aku nggak nangis.”
Kata-kata bohong keluar dari mulutku.
“ Ni sapu tangan buat kamu, jangan nangis
lagi ya cantik” Kata dia sambil ngasih sapu tangan padaku.Dengan senyuman di
bibirnya dia pergi meninggalkan aku sendiri.
“ Andai kamu tahu kalau aku suka banget
sama kamu.” Kataku dalam hati.
Mengagumimu adalah hal terindah yang
pernah ku rasakan. Tak terkira meninggalkanmu adalah hal yang tak terlupakan.
“Dia adalah incaran hatiku sekarang dan selamanya.” Ucapku sendiri. Inilah
kisah cintaku “ Diam-diam suka kamu wahai pangeranku.”
TAMAT
Nama : Wiwit Lestari
Kelas : IX E
No : 05
MENYESAL
Malam itu, seuai menghadiri pesta ulang tahun teman, aku menelfon Niko untuk menjemputku di halte bus.Aku menunggunya di halte.Setelah beberapa saat,hujan pun datang menguyur daerah itu. Aku masing menuggu Niko di halte itu.Sampai hujan itu reda,Niko tak kunjung datang. Hingga sampai jam sebelas malam, akhirnya aku meniggalkan halte dengan mengendarai sebuah taksi.
Pagi harinya, aku sms Niko. Tapi Niko tidak membales sms dariku. Ada apa dengan Niko ? Nggak biasanya dia nggak bales sms dari ku.Lalu aku mendatangi rumah Niko. Sampainya di rumah Niko, aku langsung bertanya kepeda Bik Inah. Katanya Niko masuk rumah sakit. Niko mengalami kecelakaan ketika akan menjemputku. Aku merasa sangat bersalah. Jika saja aku tidak menyuruh Niko untuk menjemputku,pasti semua ini nggak akan terjadi. Dan Niko masih di sini bersamaku. Dengan cepat aku menuju Rumah Sakit dimana Niko dirawat. Sampainya di Rumah Sakit aku langsung menuju kamar dirawat Niko
Aku : ”Hay Nik, gimana
keadaan kamu? “
Niko :”Ya… Seperti yang kamu
lihat. Aku masih berbaring lemas di tempat ini.”
Aku :”Sorry Nik
gara-gara aku, kamu jadi kayak gini.”
Niko :” Kamu ngomong apa
sih? Ini sudah terjadi sudahlah biarkan saja.”
Aku :” Tapi, kalau aja aku nggak suruh kamu tuk
jemput aku, kejadian ini pasti nggak bakal terjadi sama kamu Nik. Ini semua
emang salah aku Nik maafin aku,” Sambil menangis.
Niko :” Udahlah kamu jangan menangis, semua ini
bukan kesalahan kamu. Ini semua memang kesalahaku jika saja aku nggak
mengendarai sepedah motor itu terlalu cepat pasti semua ini nggak akan
terjadi.”
Aku :” Aku masih merasa bersalah sama kamu.
Biasanya kan, kamu mengendarai motor nggak terlalu cepat tapi, hanya karena
kamu ingin menenjemputku,kamu jai tergesa-gesa ingin menjemputku aku menyesal
Nik.
Niko :”Apa yang harus
kamu sesalin? Liat donk aku nggak apa-apa kan?”
Aku :”Andaikan ada yang
bisa membuat kamu maafin aku, pasti aku akan turutin semua keinginan kamu !”
Niko :“ Aku gak minta apa - apa kok ! aku hanya
minta satu hal sama kamu.”
Aku :” Apa itu?”
Niko :” Aku hanya minta kamu untuk berhenti
menangis. Aku nggak mau lihat sahabatku yang paling cantik ini, jadi jelek
hanya karena menangis.”
Aku pun
memenuhi permintaan sahabatku itu sambil tersenyum dengan pujian Niko
Aku :” Apa kamu sangat
serius.?”
Niko :” Aku sangat serius.”
Akhirnya aku berhenti menangis dan
memeluk sahabat ku itu.
Aku :” Thank you Nik. Kamu memang sahabat terbaik
ku.”
Niko ;”Sama - sama
Semenjak
kejadian itu berakhir dan Niko sudah sembuh dari kecelakaan itu, hubungan kami
sebagai sahabat karib semakin erat. Kemapun Niko pergi, aku
akan selalu menemaninya.
Begitupun sebaliknya, kemana pun aku pergi, Niko akan slalu menemaniku. Aku
akan slalu menjaganya. Begitu juga dengan Niko, dia akan slalu menjagaku sampai
ada sesuatu yang memisahkan persahabatan kita berdua.
NAMA : Dika M
NO : 17
KELAS :
IX E
Malam Jumat Kliwon
Sore
itu hp berbunyi 1 pesan masuk 2 detik
kemudian, gue buka lalu gue baca Sms bukan lagi temen gue yang Sms bukan lagi Bety yg Sms,ternyata dia ngajak
gue main nanti malem. Gue balas aja okey.
Malam
nya gue dijemput sama Bety,sedangkan gue
masi siap-siap untuk
Pergi.
Bety
: “Hay, ayo cepet Ti”.
Tiara
: “masuk dulu,gue masih siap-siap nich”
Bety
: “okey,gue masuk loe ada di mana ?”
Tiara
: “di kamar, masuk aja gak ada orang !”
Bety pun masuk kamar Tiara lalu membantu Tiara yang sedang
siap-siap. 20menit mereka pun keluar lalu berangkat ke tempat biasa,mereka
kumpul-kumpul. Disana pun udah ada temen-temen gue yang lain yaitu
Bayu,Rio,Via,Yudha,Laras dan Tina. Mereka sedang asik duduk-susuk di tempat
biasa sedangkan gue yang masih duduk di atas sepeda montor tapi Bety pun turun
ikut gabung yang lain,karena lokasi itu di pinggir jalan gue yang dudk di atas
sepeda montor akirnya turun. Sedangakan 2 temen gue suka sekali mainan montor,
bukan lagi ialah Riko sama Rio mereka pun udah ambil garis start dan garis
finish, gue pun udah bilang sama mereka jangan mainan montor disini.
Tiara
: “ko,jangan mainan montor disini ntar loe di marahin orang sini loo...”
Riko
: “biarin gue ngak takut sama orang sini.”
Rio
: “ayo,ko gak usah dengerin Tiara.”
Tiara
: “yo, gue Cuma kasih tau aja,ntar di datengin sama bokapnya Yudha loo.....”
Rio
: “halah, enggak-enggak.”
Riko
: “ayo, yo ?”
Rio
: “ayoo”
Riko dan Rio pun udah menduduki
garis startnya. Sedangkan Via anak pencinta
raing Via pun memberi semangat ke mereka.
Via
: “ayo, ko semangat biar menang.”
Riko
: “okey, Vi ue udah siap kok.”
Via
: “ kalahin Rio,Ko.”
Rio
: “enak aja loe ngomong, gue ngak bakal kalah ama Riko.”
Laras
: “ Rio pasti menang.”
Rio
: “tu, dengerin kata Laras gue pasti menang.”
Bayu
dan Tina : (teriak) “ayo cepet main.”
Sedangkan
Bety yang udah pulang, Sms gue supaya cepet pulang, gue minta tolong ama Yudha
tapi ngak ada montor, montor nya masih di pakek Riko ma Rio.
Tiara
: “Yud,anterin gue pulang dong,please...”
Yudha
: “gak ada montor Ti, montornya masih di pakek tu.”
Tiara
: “ya udah kalo gitu.”
Sedangkan
Riko dan Rio udah mulai mengendarai montor, 15 menit kemudian mereka kembali
pemenangnya adalah Riko.
Laras
: “iya,iya Riko memang.”
Tina
: “ada yang ada yang sedih nich...”
25
menit kemudian ada seseorang yang datang yaitu bukan lain bokapnya Yudha, yang
memarahin kita semua akirnya kita menyelamatkan diri dari bokapnya Yudha tanpa
ku sadari malam itu malam Jumat Kliwon. Gue sama Yudha yang deket TKP
temen-temen yang lain entah kemana lari ke tengah-tengah sawah,sedangkan gue
yang lari ke kuburan.
Tiara
: “Yud, kok lari kesini sich ?”
Yudha
: “biarin cari tempat yang Aman.”
Tiara
: “tapi,takut denger-denger,kuburan nie
angker???”
Yudha
: “jangan bilang gitu.”
Gue
pun takut lalu lari ke rumah,gue ngak tau nasib temen-temen. Udah jam setengah
12 malem gue baru nyampek rumah.
Sampai
di rumah gue di marahin ama ortu gue,tapi gue biarin aja lalu gue tidur paginya
gue bangun dan berangkat sekolah.
NAMA:
HERMIN M
KELAS
: 9E NO : 22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar